Makalah Hukum Asuransi Konvensional

7 views

Makalah Hukum Asuransi Konvensional – Dengan menyebut nama Allah SWT, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puji dan syukur kehadirat-Nya yang telah memberikan rahmat, hidayah, dan inaiah-Nya kepada kami untuk menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.

Dokumen ini telah kami susun semaksimal mungkin dan mendapat bantuan dari berbagai pihak untuk memudahkan penyusunan dokumen ini. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan sheet ini.

Makalah Hukum Asuransi Konvensional

Makalah Hukum Asuransi Konvensional

Terlepas dari semua ini, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dalam struktur kalimat maupun tata bahasa. Oleh karena itu, segala saran dan kritik dari pembaca sangat kami harapkan untuk penyempurnaan artikel ini.

Asuransi Syariah: Pengertian, Jenis, Tujuan, Produk

Akhir kata, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi kami dan para pembaca pada umumnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, kata asuransi sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun pemahaman yang mendalam tentang asuransi itu sendiri orang tahu dan tidak mengetahuinya. Apa yang masyarakat ketahui tentang asuransi hanya sebagai jaminan dan ketergantungan pada bantuan orang lain, bahkan sering disebutkan bahwa asuransi itu haram bagi orang awam. Padahal sebenarnya makna dan peran asuransi ini sangat baik dan membawa manfaat bagi kedua belah pihak, baik perusahaan asuransi maupun kliennya.

Dengan berasuransi kita dapat memberikan ketenangan bagi usaha kita karena dengan berasuransi kita tidak perlu lagi khawatir menghadapi resiko yang akan datang di masa yang akan datang dan juga mempermudah usaha kita jika terjadi musibah atau kecelakaan. Itu terjadi, kami tidak bermain dengan risiko atau kerugian karena sudah ada perusahaan yang akan menanggung semuanya sesuai kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Banyak sekali perusahaan yang bergerak di bidang asuransi ini di Indonesia sendiri, hanya tinggal memilah dan memilih asuransi yang ingin kita ambil sesuai dengan kebutuhan dan keuangan kita. Agar dapat memilih dan mengontrak asuransi, Anda perlu mengetahui cukup banyak tentang dasar-dasar asuransi. Oleh karena itu, penulis bermaksud untuk menuliskan pengetahuan tentang dasar-dasar pengetahuan asuransi, yang akan dibahas pada bab 2 untuk pembahasannya.

Beberapa Pertanyaan Mengenai Asuransi Syariah

Asuransi adalah suatu bentuk pengendalian risiko dengan cara mengalihkan/memindahkan risiko dari pihak pertama kepada pihak lain, dalam hal ini kepada perusahaan asuransi. Pendelegasian didasarkan pada aturan dan prinsip hukum yang berlaku umum yang diterima oleh pihak pertama dan kedua. Di Indonesia, pengertian asuransi menurut UU Perasuransian no. 1 tahun 1992 adalah sebagai berikut:

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian antara dua pihak atau lebih yang dilakukan oleh perusahaan asuransi terhadap tertanggung atas kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang dapat ditanggung oleh tertanggung karena suatu peristiwa yang tidak pasti. , atau melakukan pembayaran berdasarkan kematian atau hidup tertanggung

Entitas yang mengalihkan risiko disebut “tertanggung” dan entitas yang menerima risiko disebut “perusahaan asuransi”. Kesepakatan antara kedua badan ini disebut kebijakan: itu adalah kontrak hukum yang mendefinisikan setiap syarat dan ketentuan yang dilindungi. Biaya yang dibayarkan oleh “tertanggung” kepada “perusahaan asuransi untuk risiko yang ditanggung” disebut “premi”. Hal ini biasanya ditentukan oleh perusahaan asuransi untuk klaim masa depan, biaya administrasi dan keuntungan. Sementara itu, menurut Pasal 246 KUHD disebutkan bahwa:

Makalah Hukum Asuransi Konvensional

Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian dimana penanggung berjanji kepada tertanggung dengan menerima suatu premi untuk mengganti kerugian atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak pasti.

Bab Ii Tinjauan Umum Tentang Asuransi

Berdasarkan pengertian di atas, asuransi adalah suatu bentuk kontrak yang harus dipenuhi syarat-syarat 1320 KUHPerdata, tetapi dengan indikasi bahwa asuransi adalah kontrak bersyarat sebagaimana dinyatakan dalam 1774 KUHPerdata. KUHPerdata, yaitu:

Kontrak kontinjensi (kans-overeenkomst) adalah suatu perbuatan yang hasilnya dalam hal keuntungan dan kerugian baik bagi semua pihak maupun bagi sebagian pihak tergantung pada suatu kejadian yang tidak pasti.

Dalam kontrak asuransi, dimana tertanggung dan perusahaan asuransi menyepakati syarat dan kewajiban masing-masing individu. Perusahaan asuransi membebankan serangkaian premi yang harus dibayar tertanggung, dan premi yang harus mereka bayar di masa lalu diperkirakan atau dihitung dengan nilai risiko yang akan dihadapi. Semakin tinggi risiko, semakin tinggi premi dan sebaliknya. Kontrak asuransi tertuang dalam kontrak asuransi, yang menentukan kondisi, hak, kewajiban masing-masing pihak, jumlah uang pertanggungan dan jangka waktu pertanggungan. Jika ada risiko selama masa pertanggungan, perusahaan asuransi membayar sesuai dengan kontrak yang dibuat dan ditandatangani sebelumnya.

Dalam bahasa Belanda, kata asuransi adalah “assurantie”, yang terdiri dari kata “assuradeur” yang berarti asuransi dan “geassureerde” yang berarti tertanggung. Jadi dalam bahasa Perancis disebut “certainty” yang artinya membawa sesuatu yang akan terjadi dengan pasti. Sedangkan dalam bahasa latin disebut “assecurare” yang artinya meyakinkan orang. Kemudian, kata bahasa Inggris untuk asuransi adalah “Insurance”, yang berarti membawa sesuatu yang mungkin atau tidak mungkin terjadi, dan “assurance”, yang berarti membawa sesuatu yang pasti akan terjadi.

Hukum Asuransi Dalam Islam, Bagaimana Kehalalannya?

Penyelesaian kontrak asuransi antara perusahaan asuransi dengan kliennya tidak bisa dilakukan secara sewenang-wenang. Setiap kontrak menyimpulkan berisi polis asuransi. Tujuannya adalah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan antara perusahaan asuransi dengan kliennya di kemudian hari. Polis asuransi tersebut adalah sebagai berikut:

Hak pertanggungan yang timbul dari hubungan keuangan antara tertanggung dan tertanggung dan diakui secara hukum.

Ini adalah pengungkapan yang akurat dan lengkap dari semua fakta material tentang sesuatu yang akan diasuransikan, baik diminta atau tidak. Artinya: Perusahaan asuransi harus secara jujur ​​dan jelas menjelaskan segala sesuatu tentang ruang lingkup kondisi asuransi, dan tertanggung harus memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang objek atau kepentingan yang dipertanggungkan.

Makalah Hukum Asuransi Konvensional

Penyebab aktif, efisien yang mengarah pada rantai peristiwa yang menghasilkan efek tanpa intervensi sesuatu yang dimulai dan aktif dari sumber baru dan independen.

Makalah Asuransi Syariah

Suatu mekanisme di mana perusahaan asuransi memberikan ganti rugi moneter dalam upaya membawa tertanggung ke situasi material yang dimilikinya segera sebelum kerusakan terjadi (Pasal 252, 253 KUHD dan digarisbawahi dalam Pasal 278).

Hak perusahaan asuransi untuk mengundang perusahaan asuransi lain yang memiliki kewajiban yang sama, tetapi tidak harus sama, kepada tertanggung untuk ikut memberikan ganti rugi.

Pada prinsipnya tujuan perusahaan yang menjadi klien perusahaan asuransi adalah untuk mengurangi risiko-risiko yang pasti (misalnya kematian) dan yang mungkin (misalnya cedera) terjadi dalam perusahaan dengan mengasuransikan risiko-risiko tersebut kepada perusahaan asuransi, atau dengan memiliki asuransi. perusahaan membayar risiko yang terjadi di perusahaan. Adapun tujuan dari komunitas nasabah asuransi secara rinci di bawah ini, yaitu:

Sebagai sarana atau mekanisme untuk mengalihkan kemungkinan terjadinya risiko/kerugian (risk of loss) dari tertanggung sebagai “pemikul risiko semula” kepada satu atau lebih perusahaan asuransi (risk transfer mechanism). Dengan demikian, ketidakpastian berupa kemungkinan kerugian akibat kejadian yang tidak terduga berubah menjadi perlindungan asuransi, yang kepastian (kepastian) mengubah kerusakan menjadi ganti rugi atau hak atas ganti rugi dengan syarat pembayaran premi asuransi.

Pdf) Perkembangan Asuransi Syariah Serta Investasi Dalam Asuransi Jiwa Syariah Dan Segi Yuridis Dogmatis Dalam Kedudukannya Menurut Sistem Hukum Di Indonesia

Sebagai pengumpul dana dari masyarakat (pemegang polis) yang dibayarkan kepada mereka yang mengalami bencana, dana yang terkumpul dalam bentuk premi atau biaya asuransi yang dibayarkan oleh pemegang polis kepada perusahaan asuransi dikelola agar dana tersebut berkembang sebagaimana mestinya. nantinya digunakan untuk menutupi kerugian yang terjadi, seseorang dapat menderita dari tertanggung.

Memastikan pembayaran premi masing-masing pemegang polis seimbang dan proporsional dengan risiko yang dialihkan kepada perusahaan asuransi (reasonable premium). Dan jumlah premi yang harus dibayar tertanggung dihitung dari tarif premi (insurance rate) dikalikan dengan nilai pertanggungan.

Jenis asuransi non jiwa yang tertuang dalam UU Perasuransian no. 2 Tahun 1992, menjelaskan bahwa asuransi non-jiwa menjalankan usaha yang memberikan jasa untuk mengatasi risiko kerugian, kehilangan kinerja dan tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga. dari suatu peristiwa yang tidak pasti. Jenis asuransi ini tidak diperbolehkan beroperasi di luar asuransi non-jiwa dan reasuransi. Jadi asuransi kerusakan ditanggung sebagai berikut: 1) Asuransi kebakaran yang meliputi kebakaran, ledakan, petir, kecelakaan udara, dll. asuransi yang tidak ditanggung oleh asuransi kebakaran dan pengangkutan, seperti asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan akibat pencurian, dll.

Makalah Hukum Asuransi Konvensional

Asuransi jiwa adalah perusahaan asuransi yang dikaitkan dengan pencegahan atau kematian tertanggung. Jenis-jenis asuransi jiwa adalah: 1) Asuransi berjangka 2) Asuransi ekuitas 3) Asuransi seumur hidup 4) Asuransi kontrak anuitas (anuitas).

Prinsip Dalam Asuransi Konvensional

Adalah perusahaan yang memberikan jasa asuransi di bidang asuransi terhadap risiko yang dihadapi oleh perusahaan asuransi non-jiwa. Jenis asuransi ini sering disebut asuransi asuransi dan asuransi ini dibagi menjadi: 1) bentuk kontrak 2) bentuk pilihan 3) kombinasi keduanya.

Dalam hal ini, Anda dapat melihat siapa pemilik perusahaan asuransi, apakah itu asuransi non-jiwa, asuransi jiwa atau reasuransi.

Asuransi ini sepenuhnya dimiliki oleh swasta nasional, sehingga siapa yang memiliki saham paling banyak akan memperoleh suara terbanyak dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Perusahaan asuransi jenis ini biasanya beroperasi di Indonesia hanya sebagai cabang negara lain dan jelas kepemilikannya juga 100% milik asing.

Makalah Perbedaan Asuransi Syariah Dan Konvensional

Pengetahuan masyarakat tentang layanan asuransi tidak sebaik pemahaman mereka tentang tabungan konvensional di bank umum dan syariah. Padahal, mereka sama-sama disiplin dalam hal pengelolaan keuangan dengan berbagai jenis layanan asuransi, terutama untuk keadaan darurat tertentu. Meskipun administrasi asuransi terus membaik dan perusahaan asuransi besar menawarkan berbagai jenis asuransi, citra publik perusahaan asuransi tidak selalu positif. Beberapa model stigma negatif terhadap perusahaan asuransi, mis

Asuransi konvensional, perbedaan asuransi syariah dan konvensional, hukum asuransi konvensional, asuransi kesehatan konvensional, dasar hukum asuransi konvensional, beda asuransi syariah dan konvensional, asuransi jiwa konvensional, asuransi konvensional pdf, asuransi konvensional adalah, makalah asuransi konvensional, apa perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional, asuransi syariah dan konvensional

Leave a reply "Makalah Hukum Asuransi Konvensional"